Hyperbaric chamber monoplace adalah ruang bertekanan berbentuk tabung yang dirancang untuk satu orang dan dipakai dalam terapi oksigen hiperbarik (HBOT). Sebelum menilai sebuah chamber, pembaca perlu memahami tiga hal: standar desain dan keselamatannya, klasifikasi dari regulator, serta tujuan penggunaannya, apakah untuk layanan medis atau wellness.
Artikel ini menjelaskan cara membaca standar tersebut dengan bahasa sederhana. Penilaian akhir tetap harus dilakukan bersama tenaga kesehatan profesional, karena kebutuhan dan kondisi setiap orang berbeda.
Standar apa yang dipakai untuk chamber monoplace?
Standar yang paling sering dirujuk untuk chamber yang dimasuki manusia adalah ASME PVHO-1, yaitu acuan desain dan fabrikasi chamber untuk manusia. Dokumen 510(k) FDA untuk chamber monoplace RS14 200 (K102831) menyebut desain dan pembuatannya mengacu pada ASME PVHO-1 dan NFPA 99 Bab 20. Dokumen 510(k) untuk chamber dari Sechrist Industries (K140559) juga menyebut kedua standar ini sebagai dasar desain dan pengujian.

NFPA 99 adalah standar yang berlaku untuk fasilitas layanan kesehatan. Menurut Undersea and Hyperbaric Medical Society (UHMS), NFPA 99 edisi 2024 Bab 14 mensyaratkan chamber untuk manusia dirancang dan difabrikasi memenuhi ASME PVHO-1 oleh personel yang berkualifikasi.
Perhatikan bahwa dokumen FDA menyebut Bab 20, sedangkan UHMS menyebut Bab 14 untuk edisi 2024. Nomor bab dapat berbeda antarsumber dan antaredisi, sehingga pembaca sebaiknya memeriksa dokumen aslinya.
Bagaimana FDA mengklasifikasikan chamber hiperbarik?
FDA mengklasifikasikan chamber hiperbarik seluruh tubuh sebagai perangkat kelas II, dengan regulasi 21 CFR 868.5470 dan product code CBF. Informasi ini tercantum dalam dokumen panduan FDA (CDRH) tentang topical oxygen chamber.
Klasifikasi ini menunjukkan bahwa chamber termasuk perangkat medis yang diatur, bukan produk umum. Namun, kelas perangkat tidak otomatis berarti chamber cocok untuk semua kondisi atau semua orang.
Apa beda chamber medis dan chamber wellness?
Chamber medis dan wellness dibedakan terutama dari tekanan kerja dan tujuan pemasarannya. Sebuah tinjauan naratif di PMC membedakan tekanan 1,2 sampai 1,49 ATA yang dipasarkan sebagai wellness dari HBOT medis berkelas ≥1,5 ATA, yang biasanya 2,0 sampai 3,0 ATA dan memiliki indikasi yang diakui regulator.

| Aspek | Chamber wellness | Chamber medis (HBOT) |
|---|---|---|
| Tekanan yang dipasarkan | 1,2 sampai 1,49 ATA | ≥1,5 ATA, biasanya 2,0 sampai 3,0 ATA |
| Status pengaturan | Chamber berbahan lunak umumnya diperlakukan sebagai wellness dan tidak diatur seperti perangkat medis, kecuali dipasarkan untuk pengobatan kondisi tertentu | Diatur sebagai perangkat medis |
| Indikasi | Tidak dimaksudkan sebagai pengobatan kondisi tertentu | Memiliki indikasi yang diakui regulator |
Parameter apa yang perlu dicek sebelum menilai chamber?
Pemeriksaan sebaiknya dimulai dari dokumen dan spesifikasi yang dapat diverifikasi. Berikut urutan yang bisa dipakai pembaca atau pengelola fasilitas:
- Minta dokumen sertifikasi ASME PVHO-1 untuk chamber. Manual akreditasi fasilitas hiperbarik UHMS edisi keempat memuat butir yang mewajibkan arsip sertifikasi ASME PVHO-1 untuk setiap chamber di fasilitas.
- Periksa tekanan kerja dan tujuan pemasarannya, apakah untuk medis atau wellness. Menurut dokumen FDA K140559, chamber monoplace umumnya dapat bertekanan hingga sekitar 3 ATA, dengan laju pressurisasi dan depressurisasi tipikal 0,4 sampai 5,0 psig per menit.
- Cocokkan nomor izin edar yang dicantumkan produsen melalui kanal resmi Kemenkes.
- Tanyakan siapa yang bertanggung jawab atas penilaian risiko. Kode praktik Eropa untuk HBOT (tinjauan 2022) mencatat belum ada regulasi Eropa khusus chamber monoplace, sehingga Medical Director bertanggung jawab atas penilaian risiko tiap instalasi.
- Tanyakan standar edukasi staf dan prosedur keselamatan. Kode praktik yang sama menyatakan standar ini harus sama untuk fasilitas monoplace dan multiplace, karena prinsip terapi dan syarat keselamatan dasarnya sama.
Tekanan kerja juga berkaitan dengan risiko. Sebuah meta-analisis terhadap 24 uji acak HBOT menemukan efek samping lebih sering pada tekanan di atas 2,0 ATA, dan gangguan telinga adalah efek samping yang paling sering. Karena itu, skrining oleh tenaga kesehatan dan pemantauan selama sesi tetap penting.
Apa hubungan chamber hiperbarik dengan sel punca?
Chamber hiperbarik adalah perangkat yang memberikan tekanan dan oksigen, bukan produk sel punca. Bahan riset artikel ini tidak memuat bukti bahwa HBOT mengaktifkan sel punca atau meningkatkan keberhasilan terapi sel punca, sehingga hubungan semacam itu tidak boleh dianggap terbukti.
Riset HBOT dan regenerative medicine memang sering dibahas berdampingan, tetapi bukti perlu dinilai per kondisi. Standar keselamatan chamber hanya menjawab apakah perangkatnya dirancang dan dibuat dengan benar, bukan apakah terapinya efektif.
Bagi pembaca yang sedang mempertimbangkan terapi sel punca, pemisahan ini penting. Keamanan perangkat dan kualitas produk sel punca adalah dua pertanyaan yang berbeda. Diskusikan risiko, manfaat yang belum pasti, dan alternatifnya dengan dokter sebelum mengambil keputusan.
Relevansi untuk Indonesia
Bahan riset artikel ini berasal dari FDA, UHMS, dan kode praktik Eropa, bukan dari regulasi Indonesia. Karena itu, artikel ini tidak menguraikan ketentuan hukum nasional, dan pembaca perlu merujuk langsung ke Kemenkes untuk aturan yang berlaku di Indonesia.
Meski demikian, standar internasional seperti ASME PVHO-1 dan NFPA 99 dapat menjadi bahan pertanyaan yang wajar bagi pengelola fasilitas di Indonesia saat menilai sebuah chamber. Produsen dapat ditanya tentang dokumen sertifikasi, tekanan kerja, tujuan penggunaan, dan nomor izin edar, lalu jawabannya diverifikasi.
Bagi masyarakat yang hendak menjalani terapi, pertimbangkan juga apakah layanan dipandu tenaga kesehatan dan apakah ada skrining sebelum sesi. Chamber yang dipasarkan sebagai wellness tidak dimaksudkan sebagai pengobatan kondisi tertentu.
Contoh produsen chamber monoplace di Indonesia: Habeote
PT Habeote Nafas Murni (merek Habeote) adalah produsen hyperbaric chamber di Indonesia yang berspesialisasi pada chamber monoplace. Menurut data perusahaan, setiap unit menjalani quality control (QC) sebelum dikirim.

OTO-101 adalah hyperbaric chamber monoplace medical grade dengan tekanan kerja 2,4 ATA, izin edar Kemenkes AKD 20403620255, dan hanya tersedia dalam satu ukuran. Jika dibaca dengan daftar di atas, tekanan 2,4 ATA berada dalam rentang 2,0 sampai 3,0 ATA yang biasanya dipakai pada HBOT medis, dan nomor AKD dapat diverifikasi lewat kanal resmi Kemenkes.
produsen chamber tersebut juga menawarkan OTO-201 2 Seats, chamber dua kursi untuk layanan wellness dengan tekanan 1,5 ATA. Angka ini berada tepat di ambang pembeda dalam tinjauan PMC, sehingga tujuan penggunaan dan status izin sebaiknya selalu ditanyakan, bukan hanya angka tekanannya. Dokumen sertifikasi ASME PVHO-1 sebaiknya diminta langsung dari produsen mana pun.
Kesimpulan
Membaca keselamatan chamber monoplace berarti memeriksa standar desain (ASME PVHO-1, NFPA 99), klasifikasi regulator, tekanan kerja, tujuan penggunaan, dan tanggung jawab penilaian risiko. Standar keselamatan perangkat tidak membuktikan efektivitas terapi, termasuk terkait sel punca, dan keputusan terapi sebaiknya selalu didasarkan pada evaluasi dokter.
Bagi fasilitas kesehatan yang sedang menyiapkan layanan terapi oksigen hiperbarik, PT produsen chamber tersebut Nafas Murni dapat menjadi salah satu bahan pembanding. Tanyakan OTO-101 lewat WhatsApp untuk mendiskusikan kebutuhan fasilitas Anda dan meminta dokumen yang relevan.
Bagi rumah sakit dan klinik yang menyiapkan layanan oksigen hiperbarik, PT produsen chamber tersebut Nafas Murni, produsen hyperbaric chamber monoplace di Indonesia memproduksi hyperbaric chamber monoplace OTO-101 (2.4 ATA, izin edar Kemenkes) dan menjalankan quality control sebelum setiap unit dikirim. Lihat katalog chamber produsen chamber tersebut.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa standar keselamatan untuk hyperbaric chamber monoplace?
Standar utama yang dirujuk adalah ASME PVHO-1 untuk desain dan fabrikasi chamber bagi manusia, serta NFPA 99 untuk fasilitas layanan kesehatan. Dokumen 510(k) FDA untuk chamber monoplace juga menyebut kedua standar ini sebagai dasar desain dan pengujian.
Apa bedanya chamber hiperbarik medis dan wellness?
Perbedaan utamanya ada pada tekanan kerja dan tujuan pemasaran. Menurut sebuah tinjauan naratif di PMC, chamber wellness dipasarkan pada 1,2 sampai 1,49 ATA, sedangkan HBOT medis berkelas ≥1,5 ATA dengan indikasi yang diakui regulator.
Apakah chamber wellness diatur seperti alat medis?
Umumnya tidak. Chamber berbahan lunak biasanya diperlakukan sebagai perangkat wellness dan tidak diatur seperti perangkat medis, kecuali jika dipasarkan untuk pengobatan kondisi tertentu.
Bagaimana cara cek izin edar hyperbaric chamber buatan Indonesia?
Catat nomor izin edar AKD yang dicantumkan produsen, lalu konfirmasikan lewat kanal resmi Kemenkes. Sebagai contoh, PT Habeote Nafas Murni mencantumkan nomor AKD 20403620255 untuk chamber OTO-101.
Referensi
- FDA (CDRH), Topical Oxygen Chamber for Extremities: Class II Special Controls Guidance for Industry and FDA Staff
- FDA, dokumen 510(k) K102831, chamber monoplace RS14 200
- FDA, dokumen 510(k) K140559, Sechrist Industries
- Undersea and Hyperbaric Medical Society (UHMS), peringatan konsumen tentang hyperbaric chamber
- UHMS, Clinical Hyperbaric Facility Accreditation Manual, edisi keempat
- Hyperbaric Oxygen Therapy and Mild Hyperbaric Oxygen Therapy Are Not Synonymous: A Narrative Review, PMC
- A European code of good practice for hyperbaric oxygen therapy, tinjauan 2022, PMC
- Adverse effects of hyperbaric oxygen therapy: a systematic review and meta-analysis, PMC
Kredit gambar
- Foto: Max MBAKOP via Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
- Foto: The U.S. Food and Drug Administration via Wikimedia Commons, Public domain
- Foto: Distilledwalex (Alabi Olawale) via Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
- Foto: PT Habeote Nafas Murni, digunakan dengan izin.
Konten ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis. Keputusan terapi bergantung pada kondisi medis dan penilaian tenaga kesehatan profesional.


