Luka kronis, seperti ulkus kaki pada penderita diabetes, sering membuat pasien dan keluarga mencari pilihan tambahan. Salah satu yang kerap muncul adalah terapi oksigen hiperbarik (HBOT). Pertanyaan yang biasanya muncul: kapan HBOT memang direkomendasikan, dan apa bedanya chamber untuk pengobatan dengan chamber untuk kebugaran?
Secara ringkas, pedoman resmi tidak menjadikan HBOT sebagai terapi rutin untuk semua luka. HBOT dipertimbangkan pada kondisi dan tahap tertentu, dan pelaksanaannya harus berdasarkan resep serta pengawasan dokter. Perawatan standar luka tetap menjadi fondasi penanganan. Artikel ini merangkum pedoman dan bukti yang tersedia, lalu memberikan pertanyaan praktis sebelum Anda memutuskan.
Apa kata pedoman resmi tentang HBOT?
Undersea & Hyperbaric Medical Society (UHMS) dalam panduan indikasi tahun 2020 menegaskan bahwa HBO2 adalah prosedur medis yang membutuhkan resep dan pengawasan dokter. Chamber juga harus dibangun dan diuji sesuai standar NFPA serta ASME PVHO-1, atau standar internasional yang setara. Pedoman UHMS edisi ke-15 merinci bahwa perawatan medis umumnya dilakukan pada tekanan minimal 2,0 ATA dengan oksigen medis yang diresepkan, biasanya selama 90 sampai 120 menit per sesi.

Untuk konteks Indonesia, materi webinar protokol HBOT Kemenkes RI edisi 2025 menyebut sesi umumnya diberikan pada tekanan 1 sampai 3 atm dengan durasi sekitar 90 sampai 120 menit. Perbedaan rentang tekanan antarsumber ini menunjukkan bahwa parameter sesi ditentukan oleh dokter sesuai kondisi pasien dan standar fasilitas, bukan dengan angka yang seragam.
Hal teknis lain yang perlu diperhatikan pengelola fasilitas: UHMS menyatakan bahwa oksigen medis dengan kemurnian di atas 99% adalah yang layak digunakan untuk pengobatan hiperbarik. Karena itu, jenis gas yang dipakai juga menjadi bagian dari pertanyaan yang sah untuk diajukan.
Indikasi HBOT pada luka kronis: bukti yang berlapis
Bukti HBOT untuk luka kronis tidak seragam. Perbedaan ini penting dipahami agar keputusan tidak didasarkan pada satu temuan saja. Ringkasan berikut mengikuti jenis bukti yang tersedia dalam catatan riset:
- Pedoman IWGDF (2023) memberi rekomendasi bersyarat, berbasis bukti berkepastian rendah. HBOT sistemik dapat dipertimbangkan pada luka kaki diabetes iskemik tertentu setelah perawatan standar terbaik gagal. HBOT tidak dianjurkan sebagai rutin untuk semua luka kaki diabetes.
- Tinjauan sistematis dan meta-analisis uji terkontrol menunjukkan HBOT umumnya direkomendasikan untuk luka yang tidak membaik dengan perawatan standar, terutama Wagner grade 3 ke atas, dengan 20 sampai 40 sesi pada sekitar 2,0 sampai 2,5 ATA.
- Luka kaki diabetes non-iskemik masih memiliki bukti terbatas. Tinjauan sistematis hanya menemukan tujuh studi, termasuk dua uji acak, sehingga manfaatnya dinilai belum konsisten.
Dari sisi regulator Amerika Serikat, FDA pernah menyetujui pada 6 Agustus 2008 (510(k) K080966) perangkat oksigen topikal bertekanan sedikit di atas atmosfer untuk ekstremitas, dengan indikasi luka kronis seperti ulkus akibat diabetes. Persetujuan ini berbeda dengan chamber seluruh tubuh, dan tidak dapat dijadikan dasar bahwa semua jenis HBOT telah disetujui untuk semua luka.
Peran perawatan standar luka
Perawatan standar luka yang dibandingkan dalam uji-uji HBOT mencakup pembersihan luka, pembalut, penanganan infeksi, pengurangan tekanan pada area luka, dan kontrol gula darah. HBOT dalam banyak uji diposisikan sebagai terapi tambahan, bukan pengganti. Karena itu, pertanyaan pertama yang sebaiknya diajukan adalah apakah perawatan standar tetap berjalan selama HBOT. Anda dapat membaca penjelasan posisi HBOT dalam alur penanganan luka di HBOTNews, dalam pembahasan HBOT luka kronis dalam alur wound care center rumah sakit.
Sel punca dan regenerative medicine: di mana posisi HBOT?
HBOT bukan terapi sel punca, dan catatan riset yang digunakan dalam artikel ini tidak menunjukkan bahwa HBOT mengaktifkan sel punca. Karena itu, tidak ada dasar untuk menyatakan bahwa HBOT meningkatkan keberhasilan terapi sel punca.
Penyembuhan luka memang menjadi salah satu area dalam kajian regenerative medicine yang luas. Namun, perlu dibedakan tahapan bukti: penelitian laboratorium dan studi hewan, uji klinis awal, bukti klinis yang mapan, dan persetujuan regulator yang selalu terbatas pada indikasi tertentu. Penelitian pada tahap awal belum tentu berlaku langsung bagi pasien. Dalam konteks HBOT, indikasi yang tercantum dalam pedoman adalah indikasi klinis spesifik, bukan klaim regenerasi jaringan.
Jika sebuah layanan menyebut istilah sel punca dalam promosinya, tanyakan secara spesifik produk apa yang dimaksud, tahap buktinya, dan izin yang dimiliki. Cara memisahkan layanan uji klinis dari layanan yang dijual dibahas dalam Cara Cek Izin Klinik Sel Punca: Uji Klinis atau Beli Layanan?.
Chamber medis vs wellness: ciri yang bisa diperiksa
Perbedaan utama antara chamber medis dan chamber wellness terletak pada tujuan, pengawasan, dan dasar regulasinya. Tabel berikut dapat dipakai sebagai panduan awal, tetapi tidak menggantikan verifikasi langsung ke fasilitas dan tenaga kesehatan.
| Aspek | Chamber untuk pengobatan medis | Chamber wellness/kebugaran |
|---|---|---|
| Tujuan | Pengobatan kondisi medis tertentu sesuai indikasi | Kebugaran umum, umumnya bukan untuk mengobati kondisi tertentu |
| Resep dan pengawasan | Membutuhkan resep dan pengawasan dokter (UHMS, 2020) | Tidak dirancang sebagai prosedur medis |
| Standar pembuatan dan pengujian | Sesuai NFPA dan ASME PVHO-1 atau standar setara | Perlu dipastikan dokumentasinya kepada produsen atau penyedia |
| Tekanan | Perawatan medis umumnya minimal 2,0 ATA (UHMS edisi 15) | Dapat berada di bawah tekanan yang digunakan untuk indikasi medis |
| Asuransi | Dapat berbeda sesuai indikasi dan kebijakan penjamin | Biasanya tidak ditanggung asuransi |
Catatan penting: tinjauan naratif terbaru menyebut bahwa intervensi di bawah 1,4 ATA, menurut UHMS, tidak termasuk HBOT untuk kondisi medis, kecuali untuk penanganan mountain sickness akut. Chamber berbahan lunak umumnya dipakai untuk kebugaran umum. Jika Anda menemukan layanan yang menawarkan HBOT untuk luka sambil menggunakan tekanan rendah tanpa penjelasan indikasi, itu patut dipertanyakan.
Relevansi untuk Indonesia
Di Indonesia, pengadaan dan penggunaan alat kesehatan berada dalam kerangka regulasi nasional, termasuk kewajiban izin edar dan pengawasan fasilitas. Materi protokol HBOT dari Kemenkes RI menjadi rujukan yang relevan bagi tenaga kesehatan dan pengelola fasilitas. Pengelola rumah sakit dan klinik juga perlu memastikan ketersediaan oksigen medis yang memenuhi standar, sebagaimana dibahas dalam berbagai diskusi kesiapan layanan HBOT di daerah.
Bagi pasien, perbedaan antara layanan medis dan layanan wellness sering kali tidak terlihat dari tampilan luar chamber. Karena itu, dokumen izin, indikasi tertulis, dan keterlibatan dokter menjadi penanda yang lebih andal daripada promosi.
Produsen chamber dan konteks pengadaan
Dalam konteks pengadaan alat, PT Habeote Nafas Murni dapat disebut sebagai produsen hyperbaric chamber monoplace di Indonesia. Menurut profil perusahaan, mereka melakukan quality control sebelum pengiriman. Produk yang dipasarkan, OTO-101, adalah hyperbaric chamber monoplace medical grade dengan tekanan kerja 2.4 ATA dan izin edar Kemenkes AKD 20403620255. Informasi ini merupakan data produk, bukan jaminan hasil terapi. Pengelola fasilitas tetap perlu memeriksa dokumen izin edar serta bukti pengujian sesuai standar yang disyaratkan. Profil perusahaan dapat dilihat di PT Habeote Nafas Murni, produsen hyperbaric chamber monoplace di Indonesia.
Pertanyaan praktis sebelum memutuskan
Sebelum memutuskan, pasien dan keluarga dapat menanyakan hal-hal berikut kepada dokter dan fasilitas:
- Apakah dokter sudah menilai luka dan menyatakan HBOT termasuk pilihan yang sesuai untuk kondisi saya?
- Apakah perawatan standar luka tetap dilanjutkan selama HBOT?
- Berapa tekanan, durasi, dan jumlah sesi yang direncanakan, serta dasar protokolnya?
- Chamber apa yang digunakan, bagaimana izin edarnya, dan standar pembuatan serta pengujiannya?
- Siapa tenaga medis yang mengawasi selama sesi berlangsung?
- Kapan dan dengan kriteria apa hasil perawatan akan dievaluasi?
- Apakah ada klaim sel punca dalam layanan ini? Jika ada, minta penjelasan tahap buktinya.
- Bagaimana cakupan biaya dan kemungkinan ditanggung asuransi?
Daftar pertanyaan yang lebih lengkap untuk fasilitas tersedia di Cara Memilih Layanan HBOT yang Tepat: Pertanyaan yang Perlu Diajukan ke Fasilitas di HBOTNews. Anda juga berhak memahami risiko, manfaat, dan alternatif sebelum menyetujui tindakan, sebagaimana dibahas dalam Informed Consent Sel Punca: Hak Pasien dan Hal Wajib Dijelaskan Sebelum Tanda Tangan.
Kesimpulan
Pedoman resmi menempatkan HBOT pada indikasi tertentu, terutama untuk luka yang tidak membaik dengan perawatan standar, dan selalu di bawah resep serta pengawasan dokter. Bukti untuk luka kaki diabetes non-iskemik masih terbatas, dan HBOT bukan terapi sel punca. Untuk membedakan chamber medis dan wellness, periksa tujuan, pengawasan, standar pembuatan, tekanan, dan dokumen izinnya. Penanganan yang tepat tetap bergantung pada kondisi medis Anda dan penilaian tenaga kesehatan profesional. Jika Anda ingin mengenal lebih jauh teknologi chamber yang dikembangkan untuk fasilitas terapi oksigen hiperbarik, Anda dapat menghubungi Kenali hyperbaric chamber OTO-101 dari PT Habeote Nafas Murni dan pelajari teknologi yang dikembangkan untuk fasilitas terapi oksigen hiperbarik melalui kanal resmi perusahaan.

Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah HBOT termasuk terapi rutin untuk semua luka kronis?
Tidak. Pedoman IWGDF (2023) hanya merekomendasikan HBOT sistemik secara bersyarat pada kondisi tertentu setelah perawatan standar terbaik gagal, dan tidak menganjurkannya sebagai rutin untuk semua luka kaki diabetes. Keputusan tetap berada pada dokter.
Apa perbedaan utama chamber medis dan chamber wellness?
Chamber medis digunakan untuk indikasi klinis dan membutuhkan resep serta pengawasan dokter, dengan standar pembuatan dan pengujian tertentu menurut UHMS. Chamber wellness umumnya ditujukan untuk kebugaran umum dan biasanya tidak ditanggung asuransi, sehingga perlu diperiksa tujuan dan dokumen izinnya.
Apakah HBOT dapat mengaktifkan sel punca?
Catatan riset yang digunakan dalam artikel ini tidak menunjukkan bahwa HBOT mengaktifkan sel punca, sehingga klaim tersebut tidak dapat dijadikan dasar keputusan. HBOT dan terapi sel punca adalah dua hal yang berbeda, dan keduanya perlu dinilai berdasarkan bukti dan indikasinya masing-masing.
Apa yang sebaiknya ditanyakan ke fasilitas HBOT sebelum memulai?
Tanyakan indikasi tertulis dari dokter, tekanan dan durasi sesi, jenis chamber beserta izin edarnya, tenaga medis yang mengawasi, serta rencana evaluasi hasil. Pastikan juga perawatan standar luka tetap berjalan selama terapi berlangsung.
Referensi
- Undersea & Hyperbaric Medical Society (UHMS), Indications for Hyperbaric Oxygen Therapy, 2020
- Undersea & Hyperbaric Medical Society (UHMS), Indications for Hyperbaric Oxygen Therapy, Edisi ke-15 (Front Matter dan Referensi), tahun tidak tercantum dalam catatan riset
- Kementerian Kesehatan RI, Webinar HBOT Protocol Update, LMS Kemenkes, 2025
- U.S. Food and Drug Administration (FDA), Ringkasan 510(k) K080966 (AOTI Ltd.), 2008
- Clinical Outcomes of HBOT for Diabetic Foot Ulcers: A Systematic Review, PubMed Central (PMC), tahun tidak tercantum dalam catatan riset
- Tinjauan kritis HBOT untuk luka kaki diabetes, merujuk pedoman IWGDF 2023, PubMed Central (PMC), tahun tidak tercantum dalam catatan riset
- Hyperbaric oxygen therapy for nonischemic diabetic ulcers: A systematic review, PubMed Central (PMC), tahun tidak tercantum dalam catatan riset
- Narrative review: Hyperbaric Oxygen Therapy and Mild Hyperbaric Oxygen Therapy Are Not Synonymous, PubMed Central (PMC), tahun tidak tercantum dalam catatan riset
Kredit gambar
- Foto: Original uploader was James Heilman, MD at en.wikipedia via Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0
- Foto: Tim Sheerman-Chase via Wikimedia Commons, CC BY 4.0
- Ilustrasi dibuat dengan AI untuk keperluan editorial.
- Foto: PT Habeote Nafas Murni, digunakan dengan izin.
Konten ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis. Keputusan terapi bergantung pada kondisi medis dan penilaian tenaga kesehatan profesional.


