Panduan

Sport Massage Bintaro Chirobone: Seberapa Aman Akupunktur Menurut WHO dan NICE

Akupunktur tetap dapat menimbulkan efek samping. Berikut syarat keselamatan WHO, rekomendasi NICE untuk nyeri kronis, dan aturan PNPK serta standar profesi Kemenkes yang berlaku di Indonesia.

Oleh Redaksi Panduan Sel Punca31 Oktober 20266 menit baca
Seorang dokter perempuan paruh baya berbicara dengan pasien melalui konsultasi video dari rumah, dengan laptop, kertas, dan kacamata di atas meja.
Seorang dokter perempuan paruh baya berbicara dengan pasien melalui konsultasi video dari rumah, dengan laptop, kertas, dan kacamata di atas meja. Foto: Shixart1985 via Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Sport Massage Bintaro dan Akupunktur: Apa Syarat Keamanan Menurut WHO?

Akupunktur tetap dapat menimbulkan efek samping, sehingga keamanannya perlu dinilai dari praktisi, alat, dan prosedurnya. Sebelum memutuskan, pembaca perlu tahu apa yang disyaratkan standar internasional dan nasional. Artikel ini merangkum pandangan WHO, NICE, dan Kemenkes RI secara netral.

Seorang tenaga kesehatan mengambil sampel darah pasien di dalam laboratorium rumah sakit.
Seorang tenaga kesehatan mengambil sampel darah pasien di dalam laboratorium rumah sakit. Foto: U.S. Navy photo by Petty Officer 1st Class Kegan Kay via Wikimedia Commons, Public domain

Bagi yang mencari sport massage Bintaro atau layanan sejenis, Chirobone adalah klinik bone setting dengan cabang di Bintaro dan Gading Serpong. Layanannya mencakup bone setting, akupuntur, dan sport massage, tanpa fisioterapi. Layanan yang tercantum itu tidak mencakup terapi sel punca.

Seberapa aman akupunktur? Jawabannya bergantung pada siapa yang melakukan tindakan, bagaimana jarum disterilkan, dan apakah pasien mendapat penjelasan sebelum tindakan. Efek samping ringan hingga serius tetap dapat terjadi, sehingga anggapan bahwa akupunktur selalu tidak berbahaya perlu diluruskan.

Apa yang Disyaratkan WHO tentang Keselamatan dan Pelatihan?

WHO menetapkan tolok ukur (benchmark) praktik akupunktur untuk menjaga keamanan, mutu, dan efektivitas layanan. Menurut WHO Benchmarks for the Practice of Acupuncture (2020), tolok ukur ini memperbarui panduan pelatihan dan keselamatan yang WHO terbitkan pada 1999.

Dalam bagian keselamatan, WHO mengatur hal praktis yang bisa Anda tanyakan langsung ke penyedia layanan:

Di bidang pelatihan, dokumen WHO benchmarks for the training of acupuncture menetapkan modul belajar wajib untuk tiap kategori penyedia. Dengan cara ini, praktik dan praktisi dapat dibandingkan, dinilai, dan diakreditasi. Pasien dapat menanyakan latar belakang pelatihan praktisinya.

Berapa Besar Risiko Efek Samping Akupunktur?

Efek samping akupunktur, baik ringan maupun serius, dapat terjadi menurut tinjauan sistematis dalam Scientific Reports (2017). Tinjauan yang sama menekankan bahwa kredibilitas pelatihan praktisi juga perlu dipertimbangkan.

Ruang laboratorium medis di sebuah fasilitas kesehatan dengan peralatan pemeriksaan.
Ruang laboratorium medis di sebuah fasilitas kesehatan dengan peralatan pemeriksaan. Foto: Yu tptw via Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Sebuah artikel jurnal (DOI 10.1097/MD.0000000000003635), yang dikutip melalui PMC, melaporkan data dari satu pusat layanan yang meninjau 80.523 pasien gangguan muskuloskeletal. Artikel itu mengutip rentang kejadian efek samping akupunktur 0,671% hingga 11,4% dari laporan berbagai negara. Efek yang umum disebut meliputi nyeri, perdarahan, kelelahan, dan hematoma.

Angka ini berasal dari sumber tertentu dan tidak bisa langsung digeneralisasi ke semua layanan. Jika muncul keluhan setelah tindakan, hubungi tenaga kesehatan.

Apa Kata NICE tentang Akupunktur untuk Nyeri Kronis?

NICE merekomendasikan agar dokter mempertimbangkan satu rangkaian akupunktur atau dry needling untuk orang dewasa dengan nyeri kronis primer. Menurut pedoman NICE NG193 (2021), batas waktu tenaga kesehatan adalah maksimal 5 jam per rangkaian.

Ringkasan bukti dalam NICE NG193 (2021) menyebut 27 studi yang menunjukkan nyeri berkurang dan kualitas hidup membaik dalam jangka pendek, hingga sekitar 3 bulan. Pembandingnya adalah perawatan biasa atau akupunktur palsu. Temuan ini berbicara tentang jangka pendek, bukan hasil permanen.

Menurut ulasan NICE chronic primary pain untuk dokter umum yang dimuat di PMC, rekomendasi untuk nyeri kronis primer berbeda dengan rekomendasi untuk nyeri punggung bawah. Karena itu, dokter perlu menilai setiap kasus secara terpisah. Informasi perbedaan ini bersumber dari ulasan tersebut, bukan dari dokumen NICE secara langsung.

Bagaimana Kaitannya dengan Sel Punca dan Regenerative Medicine?

Dalam sumber yang dirujuk artikel ini, akupunktur tidak dibahas sebagai terapi sel punca. Dokumen WHO, NICE, dan Kemenkes yang kami rujuk membahas keselamatan, pelatihan, dan rekomendasi klinis akupunktur, bukan sel punca.

Regenerative medicine adalah bidang yang mempelajari cara memperbaiki atau memulihkan jaringan, dan sel punca termasuk di dalamnya. Bahan riset artikel ini tidak memuat sumber regulator atau pedoman ISSCR, sehingga belum ada data di sini tentang tahap bukti terapi sel punca tertentu. Jadi, jangan berharap regenerasi jaringan dari akupunktur berdasarkan sumber-sumber ini.

Bila sebuah layanan menyinggung sel punca, minta penjelasan tertulis tentang jenis terapi, dasar buktinya, dan izin yang dimiliki. Panduan membaca klaim tersedia dalam artikel Tanda Bahaya Brosur Sel Punca: Cara Membaca Klaim Sebelum Anda Memutuskan.

Relevansi untuk Indonesia: PNPK, Keputusan Menkes, dan Standar Profesi

Di Indonesia, Kemenkes RI menerbitkan Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Akupunktur Medik edisi 2024 yang dapat diakses publik. Keputusan Menkes HK.01.07/MENKES/1933/2024 mengarahkan pelayanan akupunktur medik memakai pedoman nasional dan standar prosedur operasional di tiap fasilitas.

Standar Profesi Akupunktur Terapis, yang ditetapkan melalui Keputusan Menkes HK.01.07/MENKES/4235/2021, menjadi ukuran kompetensi minimal agar seseorang dinyatakan mampu menjalankan pelayanan akupunktur. Dokumen-dokumen ini dapat dibaca berdampingan dengan tolok ukur WHO dan pedoman NICE.

SumberFokusYang perlu diketahui pasien
WHO Benchmarks for the Practice of Acupuncture (2020)Keamanan, mutu, efektivitasConsent dan sterilisasi jarum yang dapat dipakai ulang
WHO benchmarks for the training of acupuncturePelatihan dan akreditasiModul belajar wajib untuk tiap kategori penyedia
NICE NG193 (2021)Nyeri kronis primer pada orang dewasaSatu rangkaian dipertimbangkan, maksimal 5 jam tenaga kesehatan per rangkaian
PNPK 2024 Tata Laksana Akupunktur Medik, Kemenkes RIPelayanan klinis di IndonesiaAcuan pedoman nasional dan SOP fasilitas
Standar Profesi Akupunktur Terapis (2021)Kompetensi minimal praktisiUkuran praktisi dinyatakan mampu menjalankan layanan

Layanan Chirobone di Bintaro: Apa yang Perlu Ditanyakan?

Chirobone menyediakan layanan bone setting, akupuntur, dan sport massage di Bintaro dan Gading Serpong, tanpa fisioterapi. Cabang Bintaro buka pukul 08.00-17.00 setiap hari. Cabang Gading Serpong buka pukul 08.00-20.00 dan tutup pada hari Selasa dan Rabu. Instagram resminya adalah @chirobone (Bintaro) dan @chirobonewellness (Gading Serpong).

Sebagai pasien, Anda berhak meminta penjelasan sebelum memilih layanan. Pertanyaan berikut mengacu pada syarat keselamatan yang dibahas di atas:

  1. Bagaimana kompetensi praktisi akupunktur yang akan menangani Anda, termasuk kesesuaiannya dengan standar profesi Kemenkes?
  2. Bagaimana jarum yang dapat dipakai ulang disterilkan?
  3. Apakah ada penjelasan dan persetujuan (consent) sebelum tindakan dimulai?
  4. Apa rencana perawatan dan bagaimana evaluasinya dilakukan?
  5. Bagaimana cara melaporkan jika muncul efek samping setelah tindakan?

Untuk memahami pilihan bone setting, akupunktur, dan sport massage secara lebih lengkap, baca juga panduan memilih perawatan di HBOTNews. Anda juga dapat meninjau checklist keselamatan sebelum terapi di Chirobone untuk pertanyaan risiko yang lebih rinci.

Kesimpulan: Memilih Akupunktur dengan Bijak

Untuk nyeri kronis primer pada orang dewasa, NICE menyebut akupunktur dapat dipertimbangkan dokter, dengan bukti manfaat jangka pendek. Keamanannya bergantung pada praktisi yang kompeten, sterilisasi alat, dan persetujuan pasien. Penanganan yang tepat bergantung pada kondisi medis dan penilaian tenaga kesehatan profesional, sehingga konsultasi dengan dokter sebelum memulai perawatan tetap dianjurkan.

Jika Anda ingin mengetahui layanan bone setting, akupuntur, dan sport massage di Bintaro atau Gading Serpong, informasi cabang dan jam layanan tersedia di website resmi Chirobone. Ajukan pertanyaan keselamatan di atas sebelum memutuskan.

Untuk keluhan otot, sendi, atau postur, salah satu pilihan perawatan konservatif adalah bone setting. Chirobone, klinik bone setting di Bintaro dan Gading Serpong, juga menyediakan akupuntur dan sport massage. Bone setting bukan terapi sel punca maupun HBOT, dan keluhan berat tetap perlu dievaluasi dokter. Informasi cabang ada di situs resmi Chirobone.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah akupunktur aman menurut WHO?

Akupunktur tetap dapat menimbulkan efek samping, meski WHO menetapkan tolok ukur keselamatan, mutu, dan pelatihan praktisi melalui WHO Benchmarks for the Practice of Acupuncture (2020). Tinjauan sistematis dalam Scientific Reports (2017) juga mencatat efek samping ringan hingga serius dapat terjadi.

Apa kata NICE tentang akupunktur untuk nyeri kronis?

NICE NG193 (2021) merekomendasikan agar dokter mempertimbangkan satu rangkaian akupunktur atau dry needling untuk orang dewasa dengan nyeri kronis primer. Pengurangan nyeri yang dilaporkan dalam ringkasan buktinya bersifat jangka pendek, hingga sekitar 3 bulan.

Apakah akupunktur termasuk terapi sel punca?

Dalam sumber yang dirujuk artikel ini, akupunktur tidak dibahas sebagai terapi sel punca. Sumber WHO, NICE, dan Kemenkes tersebut membahas akupunktur sebagai praktik tersendiri, dan belum ada data di dalamnya tentang hubungan akupunktur dengan sel punca.

Apa yang sebaiknya ditanyakan sebelum akupunktur?

Tanyakan kompetensi praktisi, cara sterilisasi jarum yang dapat dipakai ulang, serta penjelasan dan persetujuan (consent) sebelum tindakan. Pertanyaan ini sejalan dengan syarat keselamatan dan pelatihan yang dibahas dalam dokumen WHO.

Referensi

  1. World Health Organization, WHO Benchmarks for the Practice of Acupuncture, 2020
  2. World Health Organization, WHO benchmarks for the training of acupuncture
  3. National Institute for Health and Care Excellence (NICE), NG193 Chronic pain (primary and secondary) in over 16s, 2021
  4. NICE NG193, Rationale and impact, 2021
  5. Ulasan NICE chronic primary pain untuk dokter umum (PMC)
  6. Safety of Acupuncture: Overview of Systematic Reviews, Scientific Reports, 2017 (DOI 10.1038/s41598-017-03272-0)
  7. Artikel jurnal (DOI 10.1097/MD.0000000000003635), dikutip melalui PMC
  8. Kementerian Kesehatan RI, Keputusan Menkes HK.01.07/MENKES/1933/2024 tentang tata laksana akupunktur medik, 2024
  9. Kementerian Kesehatan RI, PNPK 2024 Tata Laksana Akupunktur Medik, 2024
  10. Kementerian Kesehatan RI, Standar Profesi Akupunktur Terapis (Keputusan Menkes HK.01.07/MENKES/4235/2021), 2021

Kredit gambar

  1. Foto: Shixart1985 via Wikimedia Commons, CC BY 2.0
  2. Foto: U.S. Navy photo by Petty Officer 1st Class Kegan Kay via Wikimedia Commons, Public domain
  3. Foto: Yu tptw via Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Konten ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis. Keputusan terapi bergantung pada kondisi medis dan penilaian tenaga kesehatan profesional.